Di tengah hiruk pikuk teknologi yang kerap diasosiasikan dengan generasi muda, justru di Kampung Cibangkerong, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan tertoreh nyata. Generasi Z, yang seringkali dipandang hanya dekat dengan layar gawai, membuktikan diri mampu turun tangan langsung dalam kegiatan yang membangun kampung halaman mereka.
Jelita (16 tahun), Herlina (17 tahun), dan Yeti (14 tahun) menjadi wajah dari semangat tersebut. Ketiga remaja putri ini tak ragu terlibat dalam kerja bakti pengerasan jalan, sebuah bagian krusial dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digagas oleh Kodim 0611/Garut. Mereka terlihat berbaur, bahu-membahu bersama warga lain dan para prajurit TNI.
Dengan penuh ketekunan dan tanggung jawab, mereka membantu mengumpulkan material tanah dan batu, mengarunginya, serta menyiapkan segala keperluan pembangunan. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan memberikan warna tersendiri, menjadi suntikan semangat tambahan bagi seluruh peserta kerja bakti yang sedang berjuang di kawasan perbukitan.
Kepala Desa Mekarmulya, Otin Mubarok, tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya. Ia melihat partisipasi generasi muda ini sebagai bukti nyata bahwa mereka tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap kemajuan dan kesejahteraan lingkungan tempat mereka tumbuh. “Saya sangat bangga melihat anak-anak muda seperti Jelita, Herlina, dan Yeti yang memiliki semangat tinggi untuk ikut serta dalam pembangunan desa. Keikutsertaan mereka membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya paham teknologi, tetapi juga peduli terhadap kemajuan dan kesejahteraan lingkungan tempat mereka tinggal. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan diteladani oleh generasi selanjutnya, ” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Lebih lanjut, Otin menekankan betapa berharganya kehadiran generasi muda dalam kegiatan pembangunan semacam ini. Baginya, pembangunan desa adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya milik pemerintah atau aparat semata. Melalui kerja bakti, generasi muda diajak memahami arti kebersamaan, kerja keras, dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kampung halaman.

Updates.